Langsung ke konten utama

Untaian Cinta Mahasiswa Aktivis kepada Ibunda

Bunda, yakinlah bahwa cinta kita takkan pudar meski dipisahkan oleh jarak dan waktu karena seperti pepatah mengatakan bahwa kita itu “Jauh di mata namun dekat di hati”. Kedekatan itu takkan pernah hilang dan takkan tergantikan meski 1000 Bidadari cantik datang menggoda merayu. Melalui “Sejuta Surat Cinta untuk Bunda” putramu ingin mengatakan bahwa Ia sedang merindukanmu. Merindukan kasih sayangmu, pelukanmu, belai tanganmu, dan cium keningmu ketika hendak bersekolah seperti di waktu kecil dulu.

Bunda, kini putramu telah dewasa dan merantau jauh dari kampung halaman demi sebuah impian dan cita-cita. Tapi ternyata menjadi seorang mahasiswa itu tidak mudah, Bunda. Tugas menumpuk itu sudah kerjaan utama, konflik organisasi juga sudah biasa, namun yang membuat hati putramu gusar ketika hendak mengadu tapi tidak tahu akan ke siapa? karena disini putramu tidak menemukan sosok seorang Bunda.

Bunda, putramu ingin menyanyikan sebuah lagu untuk Bunda, mungkin lagu ini dapat mewakilkan kerinduan dan cinta kasihku untukmu. Lagu ini karya Erie Suzan yang berjudul “Muara Kasih Bunda”.
*
Bunda, engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan, demi anakmu yang tersayang
**
Bunda, tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan untuk diriku yang kau sayang
***
Saat diriku dekat dalam sentuhan, peluk kasihmu dan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan, doamu kau sertakan
****
Maafkan diriku bunda, kadang tak sengaja ku membuat relung hatimu terluka
Kuingin kau tau bunda, betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Kumohon restu dalam langkahku
Bahagiaku seiring doamu
Alhamdulillahi robbil ‘alamiin, semoga lagu tersebut dapat mengobati kerinduan putramu yang mendalam. Bunda, seperti lagu diatas putramu memohon doa restu dalam setiap langkahku karena kebahagiaan putra dan putrimu seiring dengan lantunan do’amu. Semoga kita dapat segera berkumpul dalam keluarga yang utuh, sehat, dan penuh kebahagiaan. Aamiin

Salam cinta dan rinduku untuk Bunda Hanimah,

Dari Putramu Dede Ardi Saputra, Mahasiswa Psikologi, Universitas Negeri Semarang.
 Website Posting: http://www.sejutaekspresi.com/tulisan/untaian-cinta-mahasiswa-aktivis-kepada-ibunda/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup dengan Prinsip Bola Jatuh

Gambar 1: Bola Jatuh Semakin keras suatu bola terjatuh maka semakin tinggi pula bola tersebut melambung. Itulah prinsip yang kami gunakan untuk menghadapi masa-masa tersulit dalam kehidupan. Banyak diantara kita mengeluh bahkan merengek ketika dihadapkan oleh suatu masalah. Ingat, masalah bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi! Tahun 2012, mungkin bisa dikatakan sebagai 'Hari Kiamat' untuk keluarga kami meskipun faktanya bumi masih tetap berputar hingga detik ini. Mulai dari usaha keluarga yang bangkrut, Ibu dan adik perempuanku kecelakaan, mobil masuk jurang, hingga akhirnya kami terlilit hutang. Dunia menjadi gelap, sempit, dan tak terarah. Kami hanya yakin bahwa ada hikmah dari setiap kejadian yang menimpa kami. Namun, nampaknya kehidupan semakin sulit hingga motor yang saya gunakan untuk sekolahpun digadaikan untuk makan sehari-hari. Tidak kuat dengan keadaan tersebut akhirnya ibuku kabur ke luar kota untuk mencari pekerjaan. Keadaan semakin parah, ...

Seminar Nasional dan Audisi Indonesia Mendongeng

Kabar gembira!! Ada info menarik nih buat teman-teman, Masih ada waktu untuk mendaftar Seminar Nasional bareng Kak Seto lho.. waktu kecil pernah didongengin sama Ibu  atau Mbah Uti? Atau sekarang kamu yang suka ngasih dongeng ke anak-anak? Cocok daftar Seminar Nasional "Indonesia Mendongeng" nih.. Untuk teman-teman Psikologi, PGSD, PLS, dan pawangnya anak-anak nih jurusan PG-PAUD yuk datang ke acara ini! Bakal banyak ilmu menarik nih disini. Seminar Nasional "Indonesia Mendongeng" Seminar ini dilaksanakan dibeberapa tempat bisa cek di broshure. Menariknya lagi bakal ada audisi "Indonesia Mendongeng" lho.. Dah, yang tertarik buru-buru daftar deh sebelum kehabisan. Audisi ini dilakukan se-Indonesia dan hadiahnya Ratusan Juta...!!! Selamat mencoba, semoga beruntung!

Belajar Mengerti dan Dimengerti dengan Pasangan

Wanita tidak ingin dipimpin, jika pria nya saja tidak dapat memimpin diri sendiri. (Dede Ardi Saputra, 2015) Sahabat, pernahkah kamu (pria) sesekali mencuri-curi waktu ditengah kesibukan mu untuk memberikan perhatian kepada wanita mu? Sebagai pria kita merasa memiliki kewajiban untuk memberikan nasihat dan membimbing wanita kita. Tak jarang karena saking perhatiannya justru kamu tidak memikirkan dirimu sendiri. Hati-hati, diam-diam wanita juga memperhatikan kita lho. Bagaimana mungkin kita dapat membimbing mereka (wanita) jika kita saja belum menjalankan apa yang kita ajarkan? Yuk para kaum Adam, kita refleksi diri! :)