Langsung ke konten utama

Puisi "Negeri Surgawi"

Sebagai pemuda dan generasi muda harapan bangsa, hendaklah kita mencintai dan melestarikan warisan nenek moyang kita. Indonesia merupakan negara dengan sejuta pesona keindahan, dan segala bentuk kekayan alamnya. Sebagai Pemuda Indonesia, saya mencintai negeri ini dan saya bangsa menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Berikut puisi yang saya ciptakan untuk Indonesia:

Negeri Surgawi
Karya: Dede Ardi Saputra

Indonesia… Negeri dengan seribu Pulau…
Keanekaragaman disepanjang pantai yang berkilau
Indonesia… Negeri dengan seribu Candi…
Peninggalan bersejarah di bumi Pertiwi

Indonesia… Negeri pusat Peradaban…
Sejarah dunia merebut kemerdekaan
Indonesia… Negeri dengan jutaan Penduduk…
Kesatuan kekuatan yang tak mudah takluk

Indonesia… Oh… Indonesia…
Kemasyuranmu melegenda…

Seribu tahun kau dijajah…
Direnggut haknya dan rempah
Berjuang terus tanpa lelah…
Engkau tabah pantang menyerah

Indonesia… tumbuh kuat mengakar di hati…
Dambaan bangsa dan ibu Pertiwi
Keindahan memancar bagai sang Mentari…

Karna kaulah Negeri Surgawi

*Puisi ini pernah diikutsertakan dalam Lomba Cipta Karya Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Forum Aktif Menulis (FAM).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup dengan Prinsip Bola Jatuh

Gambar 1: Bola Jatuh Semakin keras suatu bola terjatuh maka semakin tinggi pula bola tersebut melambung. Itulah prinsip yang kami gunakan untuk menghadapi masa-masa tersulit dalam kehidupan. Banyak diantara kita mengeluh bahkan merengek ketika dihadapkan oleh suatu masalah. Ingat, masalah bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi! Tahun 2012, mungkin bisa dikatakan sebagai 'Hari Kiamat' untuk keluarga kami meskipun faktanya bumi masih tetap berputar hingga detik ini. Mulai dari usaha keluarga yang bangkrut, Ibu dan adik perempuanku kecelakaan, mobil masuk jurang, hingga akhirnya kami terlilit hutang. Dunia menjadi gelap, sempit, dan tak terarah. Kami hanya yakin bahwa ada hikmah dari setiap kejadian yang menimpa kami. Namun, nampaknya kehidupan semakin sulit hingga motor yang saya gunakan untuk sekolahpun digadaikan untuk makan sehari-hari. Tidak kuat dengan keadaan tersebut akhirnya ibuku kabur ke luar kota untuk mencari pekerjaan. Keadaan semakin parah, ...

Seminar Nasional dan Audisi Indonesia Mendongeng

Kabar gembira!! Ada info menarik nih buat teman-teman, Masih ada waktu untuk mendaftar Seminar Nasional bareng Kak Seto lho.. waktu kecil pernah didongengin sama Ibu  atau Mbah Uti? Atau sekarang kamu yang suka ngasih dongeng ke anak-anak? Cocok daftar Seminar Nasional "Indonesia Mendongeng" nih.. Untuk teman-teman Psikologi, PGSD, PLS, dan pawangnya anak-anak nih jurusan PG-PAUD yuk datang ke acara ini! Bakal banyak ilmu menarik nih disini. Seminar Nasional "Indonesia Mendongeng" Seminar ini dilaksanakan dibeberapa tempat bisa cek di broshure. Menariknya lagi bakal ada audisi "Indonesia Mendongeng" lho.. Dah, yang tertarik buru-buru daftar deh sebelum kehabisan. Audisi ini dilakukan se-Indonesia dan hadiahnya Ratusan Juta...!!! Selamat mencoba, semoga beruntung!

Belajar Mengerti dan Dimengerti dengan Pasangan

Wanita tidak ingin dipimpin, jika pria nya saja tidak dapat memimpin diri sendiri. (Dede Ardi Saputra, 2015) Sahabat, pernahkah kamu (pria) sesekali mencuri-curi waktu ditengah kesibukan mu untuk memberikan perhatian kepada wanita mu? Sebagai pria kita merasa memiliki kewajiban untuk memberikan nasihat dan membimbing wanita kita. Tak jarang karena saking perhatiannya justru kamu tidak memikirkan dirimu sendiri. Hati-hati, diam-diam wanita juga memperhatikan kita lho. Bagaimana mungkin kita dapat membimbing mereka (wanita) jika kita saja belum menjalankan apa yang kita ajarkan? Yuk para kaum Adam, kita refleksi diri! :)