Langsung ke konten utama

Kunci Sukses Pendidikan di Finlandia oleh Prof. Pasi Halmari from Haaga Helia University

(13/04/2015) Rektor Universitas Negeri Semarang mengadakan Guest Lecture with Prof. Pasi Halmahari from Haaga Helia University of Applied Sciences Helsinki, Finlandia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk perwakilan mahasiswa dari oraganisasi seperti; BEM KM, BEM Fakultas, HIMA maupun UKM. It's a nice opportunity, guys.(y)
Gambar: Sumber pribadi, doc. Dede Ardi Saputra
 
Untuk sahabatku, yang basicnya di pendidikan baik PGSD, PG-PAUD, TP, PNF maupun pendidikan lainnya berikut saya cuplikan kunci sukses Finlandia dalam bidang pendidikan. Sedikitnya ada 5 aturan dalam diri seorang guru atau pendidik yang harus diubah, antara lain:

1. From Teacher to Facilitator of Learning
 
Dalam hal belajar mengajar tidak ada seorang guru kepada siswa, yang ada hanyalah seorang yang menfasilitasi nya dalam belajar. Bukan hanya siswa yang dapat belajar kepada guru, namun guru juga sebenarnya belajar kepada siswa. Bagaimana belajar sabar, mengerti akan keadaan siswa yang berbeda, dll.

2. From Independent expert to bridge burder and development oriented networker.

Seorang pendidik bukanlah ahli independen namun pendidik ialah yang mampu menjembatani keterbatasan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Orientasi pendidik bukanlah pada pribadinya semata akan tetapi berorientasi pada bagaimana setiap anak didiknya dapat maju sesuai dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.

3. From Teacher Ied pedagogy to supervision and supported of learning. -Helping student to help themselves

Menjadi seorang pendidik bukanlah menggurui dalam hal pendidikan kepada anak tetapi memberikan supervisi dan mendukung kegiatan pembelajaran. Sejatinya, mendidik merupakan membantu siswa untuk membantu dirinya sendiri.

4. From working individually to working in teams. -Competences in curiculum

Hubungannya dengan pendidikan, kita tidak dapat berdiri sendiri. Mungkin benar, Anda pandai dan ahli dalam bidangnya masing-masing. Namun kita tidak akan bisa lepas dari yang namanya kerja tim untuk mewujudkan tujuan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu kita wajib mengikuti dan menjalankan kurikulum yang telah dibuat dan disepakati bersama.

5. From working only in schools to becoming broker conveying changes between working life and education.

Menjadi seorang pendidik bukan hanya ketika mengajar di sekolah namun jadilah pendidik dimanapun dan kapanpun kita berada. Mungkin sulit, namun ketika Anda dapat melakukan perubahan-perubahan dalam diri Anda pribadi dan anak didik, bisa dikatakan Anda merupakan pendidik sejati.

Demikian kira-kira pemahaman yang saya dapat sampaikan dari cuplikan diatas, semoga bermanfaat.
Apabila ada kesalahan saya mohon maaf karena itu merupakan keterbatasan saya, kemarin penjelasannya menggunakan bahasa inggris semua. :D

NB: Jika merasa bermanfaat, boleh teman-teman bagikan diakun media sosial maupun diaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup dengan Prinsip Bola Jatuh

Gambar 1: Bola Jatuh Semakin keras suatu bola terjatuh maka semakin tinggi pula bola tersebut melambung. Itulah prinsip yang kami gunakan untuk menghadapi masa-masa tersulit dalam kehidupan. Banyak diantara kita mengeluh bahkan merengek ketika dihadapkan oleh suatu masalah. Ingat, masalah bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi! Tahun 2012, mungkin bisa dikatakan sebagai 'Hari Kiamat' untuk keluarga kami meskipun faktanya bumi masih tetap berputar hingga detik ini. Mulai dari usaha keluarga yang bangkrut, Ibu dan adik perempuanku kecelakaan, mobil masuk jurang, hingga akhirnya kami terlilit hutang. Dunia menjadi gelap, sempit, dan tak terarah. Kami hanya yakin bahwa ada hikmah dari setiap kejadian yang menimpa kami. Namun, nampaknya kehidupan semakin sulit hingga motor yang saya gunakan untuk sekolahpun digadaikan untuk makan sehari-hari. Tidak kuat dengan keadaan tersebut akhirnya ibuku kabur ke luar kota untuk mencari pekerjaan. Keadaan semakin parah, ...

Seminar Nasional dan Audisi Indonesia Mendongeng

Kabar gembira!! Ada info menarik nih buat teman-teman, Masih ada waktu untuk mendaftar Seminar Nasional bareng Kak Seto lho.. waktu kecil pernah didongengin sama Ibu  atau Mbah Uti? Atau sekarang kamu yang suka ngasih dongeng ke anak-anak? Cocok daftar Seminar Nasional "Indonesia Mendongeng" nih.. Untuk teman-teman Psikologi, PGSD, PLS, dan pawangnya anak-anak nih jurusan PG-PAUD yuk datang ke acara ini! Bakal banyak ilmu menarik nih disini. Seminar Nasional "Indonesia Mendongeng" Seminar ini dilaksanakan dibeberapa tempat bisa cek di broshure. Menariknya lagi bakal ada audisi "Indonesia Mendongeng" lho.. Dah, yang tertarik buru-buru daftar deh sebelum kehabisan. Audisi ini dilakukan se-Indonesia dan hadiahnya Ratusan Juta...!!! Selamat mencoba, semoga beruntung!

Belajar Mengerti dan Dimengerti dengan Pasangan

Wanita tidak ingin dipimpin, jika pria nya saja tidak dapat memimpin diri sendiri. (Dede Ardi Saputra, 2015) Sahabat, pernahkah kamu (pria) sesekali mencuri-curi waktu ditengah kesibukan mu untuk memberikan perhatian kepada wanita mu? Sebagai pria kita merasa memiliki kewajiban untuk memberikan nasihat dan membimbing wanita kita. Tak jarang karena saking perhatiannya justru kamu tidak memikirkan dirimu sendiri. Hati-hati, diam-diam wanita juga memperhatikan kita lho. Bagaimana mungkin kita dapat membimbing mereka (wanita) jika kita saja belum menjalankan apa yang kita ajarkan? Yuk para kaum Adam, kita refleksi diri! :)